Sabtu, 28 Januari 2012

RAKER KPPA BENIH


Alhamdullilah, hari ini 28 Januari 2012 KPPA BENIH mengadakan Rapat Kerja yang dihadiri oleh pendiri KPPA Benih dan seluruh Pengurus. Bertempat di rumah Bu Orinako, kegiatan raker dimuali sejak pukul 09.00 sampai dengan pukul 14.30 berlangsung lancar dan menghasilkan semangat-semangat baru pengurusnya.
Raker ini dimulai dengan pewacanaan awal KPPA BENIH dan pandangan kedepan oleh ketua KPPA BENIH, Ibu Vida Robi'ah Al-adawiyah kemudian dilanjutkan rapat perbidang dan di sepakati dalam rapat Pleno. InsyaALLAH tahun ini KPPA BENIH akan fokus dalam 3 bidang diantaranya bidang Kewirausahaan untuk memberikan pelatihan bagi Ibu-Ibu Rumah tangga dan pendampingan marketing dan distribusi hasil karya ibu-ibu rumah tangga tersebut. Selanjutnya KPPA BENIH memiliki bidang Rumah baca yang akan fokus dalam pembinaan anak-anak usia sekolah dasar dan masyarakat sekitar rumah baca KPPA BENIH dengan mengadakan kegiatan-kegiatan motivasi dan kelompok belajar. Bidang yang ketiga adalah Bidang Parenting dengan fokus kegiatan pada SIMAK (Sekolah Mengasuh Anak) di Sangkrah yang diadakan 1 bulan sekali dan Kajian Parenting satu minggu sekali di Pasar Kliwon.

Semoga Rencana-rencana yang sudah dibuat dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk masyarakat terutama kaum Ibu-ibu, calon Ibu, dan anak-anak.

Pilah-pilih Tayangan Ramadhan Berkualitas!


13112609111047330142
Ramadhan menjadi moment yang paling dinantikan oleh segenap muslim diseluruh dunia. Bulan penuh berkah ini idealnya menjadi sebuah moment untuk melakukan kebaikan dan perbaikan diri dan masyarakat.Segala persiapan dilakukan untuk menyemarakkannya.
Tak terkecuali didunia showbiz dan hiburan. Suasana ramadhan dihidupkan dengan berbagai tayangan dari mulai sinetron religius, infotainment yang dialih setting menjadi “bernuansa” Islami sampai dengan tayangan-tayangan komedi diwaktu sahur.
Sayang, alih-alih menyemarakkan ramadhan, tayangan-tayangan televisi justru jauh dari nilai-nilai Islam pada umumnya dan khususnya nilai yang dikandung oleh bulan Ramadhan. Tayangan sinetron religi yang secara substansi justru menampilkan wajah Islam dan atau umat islam yang lemah, jauh dari kesantunan, keluarga-keluarga Islam yang ditampilkan sebagai keluarga yang amburadul, suka bertengkar, ndeso atau tokoh-tokoh protagonis yang justru lemah, tidak berdaya. Atau, sinetron-sinetron yang ‘diubah’ nuansa Ramadhan dengan hanya mengganti pakaian menjadi lebih ‘Islami’ namun tak mengubah substansi. Sungguh, tayangan-tayangan sinetron kita tak lebih mengadopsi telenovela-telenovela yang laku manis dimasa lalu.

Seminar Parenting


image
Solo- Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPPA) BENIH dan Rumah Parenting mengadakan Seminar Parenting “Miracles at Home, Anak Saya Tidak Nakal Kok” di Solo Inn Hotel, Sabtu (29/05). Materi yang disampaikan dalam seminar yang diikuti ratusan ibu dan beberapa bapak ini berdasarkan buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh dr. Zulaehah Hidayati, Ketua Rumah Parenting.
Robi’ah Al Adawiyah, Ketua Penyelenggarara seminar sekaligus Direktur KPPPA Benih mengatakan bahwa adanya sosialisai parenting ini berawal dari sebuah rumah baca yang berada di Sangkrah. “Sosialisasi dalam bentuk seminar ini adalah rangkaian program parenting Sekolah Ibu Mengasuh Anak (SIMAK) yang ditujukan pada masyarakat menengah ke bawah. Makanya biaya yang harus dikeluarkan tidak lebih dari Rp 100.000,00,” ujarnya.

Peringatan Hari Anak dan NO TV Day

Ditulis tanggal : 14 - 08 - 2010 | Pukul : 10:11:45


Minggu Pagi, 25 Juli 2010  Rumah Baca Benih Cendekia mulai ramai sejak pukul 07.30 pagi. Anak-anak dengan penuh semangat datang membawa bahan yang ditentukan panitia : kertas warna-warni, spidol, dan koran bekas. Sedangkan panitia sibuk menyiapkan cat dari tepung kanji, balon, dan tempat bergelar tikar di halaman rumah baca yang memang selalu menutup jalan saat punya gawe.

Ya, hari itu Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) ‘BENIH’ yang merupakan komunitas yang menanungi Rumah Baca dan Rumah Karya Benih Cendekia mengadakan rangkaian Hari Anak dan –kebetulan- di hari yang sama ada Gerakan NO TV Day ( Sehari Tanpa Televisi). Memang gerakan tersebut mungkin belum populer dan belum banyak yang mengetahui, tapi bagus juga mulai diperkenalkan. Bahwa menonton TV  mengurangi hak bermain dan berkreasi anak-anak kita.